Welcome

Selamat Datang di Blog Balintang

Jumat, 05 April 2013

BAB 2 : PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI



Mengapa kita harus mengetahui bagaimana  dan mengapa akuntansi berkembang ? jawabannya sama seperti mengapa mempelajari perkembangan dalam bidang yang lain. Kita akan dapat memahami dengan lebih baik sistem akuntansi suatu Negara dengan mengetahui faktor-faktor dasar yang mempengaruhi perkembangannya. Akuntansi berbeda dari satu tempat ke tempat lain diseluruh dunia dan penegtahuan mengenai faktor perkembangan membantu untuk memahami mengapa hal itu terjadi. Dengan kata lain, perbedaan-perbedaan yang terlihat serta persamaa-persamaan dapat dijelaskan melalui faktor-faktor tersebut. Oleh karena akuntansi bereaksi terhadap lingkungannya, lingkungan budaya, ekonomi, hukum, dan politik yang berbeda-beda menghasilkan sistem yang serupa pula.
Hal ini membawa kita untuk melakukan klasifikasi. Mengapa kita harus melakukan klasifikasi (perbandingan) sistem akuntansi keuangan nasional atau regional? Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisa mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda. Dapat juga menganalisa apakah sistem-sistem tersebut cenderung menyatu atau berbeda. Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan sistem akuntansi keuangan menurut karakteristik khususnya. Klasifikasi mengungkapkan struktur dasar dimana anggota-anggota kelompok memiliki kesamaan dan apa yang membedakan kelompok-kelompok yang beraneka ragam satu sama lain. Dengan mengenali kesamaan dan perbedaan pemahaman kita mengenai sistem akuntansi akan lebih baik. Klasifikasi merupakan cara melihat dunia.

A.    PERKEMBANGAN

Standart dan praktik akuntansi disetiap Negara merupakan hasil dari interaksi yang kompleks diantara faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan, dan budaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi nasional juga membantu menjelaskan perbedaan akuntansi antar bangsa.
Akhir-akhir ini hubungan antar budaya dan perkembangan akuntansi mulai digali lebih lanjut.
1.      Sumber pendanaan
Dinegara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat seperti Amerika Serikat dan Inggris, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menganalisis arus kas masa depan dan risiko terkait. Pengungkapan dilakukan secara lengkap untuk memenuhi ketentuan kepemilikan publik yang luas. Sebaliknya, dalam sistem berbasis kredit dimana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus pada perlindungan kreditur melalui pengukuran akuntansi yang konservatif dalam meminimumkan  pembayaran deviden dan menjaga pendanaan yang mencukupi dalam rangka perlindungan bagi para peminjam. Oleh karena lembaga keuangan memiliki akses langsung terhadap informasi apa saja yang diinginkan, pengungkapan publik yang luas dianggap tidak perlu. Contohnya Jepang dan Swiss
2.      Sistem Hukum
Sistem hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi. Dunia barat memiliki dua orientasi dasar yaitu kodifikasi hukum (sipil) dan hukum umum (kasus).
3.      Perpajakan
Dikebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standart akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun yang mereka untuk mengklaim dalam keperluan pajak. Dengan kata lain pajak keuangan dan pajak akuntansi adalah sama.
4.      Ikatan politik dan Ekonomi
Ide dan tekhnilogi akuntansi dialihkan melalui penaklukan, perdagangan, dan kekuatan sejenis .
5.      Inflasi
Inflasi menguburkan biaya historis akuntansi melalui penurunan berlebihan terhadap nilai-nilai asset dan beban terkait, sementara disisi lain melakukan peningkatan berlebihan terhadap pendapatan.
6.      Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Pada gilirannya, jenis transaksi menentukan masalah akuntansi yang dihadapi.
7.      Tingkat Pendidikan
Standart dan praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalah artikan dan disalah gunakan. Sebagai contoh pelaporan tekhnis yang kompleks mengenai varian perilaku biaya tidak akan berarti apa-apa, kecuali para pembaca memahami akuntansi biaya.
8.      Budaya
Disini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variable budaya mendasari peraturan kelembagaan disuatu Negara.
Hofstede mendasari 4 dimensi budaya nasional :
a.       Individualism
b.      Jarak kekuasaan
c.       Penghindaran ketidakpastian
d.      Maskulinitas

Berdasarkan hasil analisis Hofstede, Grey mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya dan akuntansi. Ia mengusulkan 4 dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu Negara, yaitu:
a.       Profesionalisme Vs ketetapan wajib pengendalian
Preferensi terhadap pertimbangan professional individu dan regulasi sendiri kalangan professional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah ditentukan
b.      Keseragaman vs fleksibelitas
Preferensi terhadap keseragaman dan konsestensi dibandingkan fleksibelitas dalam bereaksi terhadap suatu keadaan tertentu.
c.       Konservatisme vs optimism
Preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi terhadap public.

B.     KLASIFIKASI
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua kategori yaitu dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi secara pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
  •            Perkembangan terhadap Perkembangan Akuntansi
Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh Mueller pertengahan tahun 1960-an. Ia mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi dinegara-negara Barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar.
1.      Berdasarkan pendekatan makroekonomi
Tujuan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karena perusahaan bisnis mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional.
2.      Berdasarkan pendekatan mikroekonomi
Akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi, fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mempetahankan modal fisik yang dimiliki. Juga sama pentingnya bahwa perusahaan memisahkan secara jelas modal dari laba untuk mengevaluasi dan mengendalikan aktivitas usaha. Pengukuran akuntansi yang didasarkan pada biaya pengganti sangat didukung karena paling sesuai dengan pendekatan ini. Akuntansi di Belanda berkembang dari Mikroekonomi.
3.      Berdasarkan pendekatan disiplin indepeden
Akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dianggap sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan, bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4.      Berdasarkan pendekatan yang seragam
Secara umum pendekatan seragam digunakan di Negara-negara dengan keterlibatan pemerintah yang besar dalam perencanaan ekonomi dimana akuntansi digunakan antara lain untuk mengukur kinerja, mengalokasikan sumber data, mengumpulkan pajak, dan mengendalikan harga.
  • -          SISTEM HUKUM
Akuntansi Hukum Umum Vs Kodifikasi Hukum
Akuntansi juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan sistem hukum suatu Negara. Pandangan ini telah mendominasi pemikiran akuntansi selama kurang lebih 25 tahun terakhir.
1.      Akuntansi dalam Negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap “penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk kebutuhan informasi investor luar. Penetuan standart akuntansi cenderung merupakan aktivitas sektor swasta dengan peranan penting yang dimainkan oleh profesi akuntansi. Akuntansi hukum umum sering disebut “Anglo Saxon”
2.      Akuntansi dalam Negara-negara yang menganut kodifikasi hukum memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak memberikan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.

  • -          SISTEM PRAKTIK
Akuntansi Penyajian Wajar Vs Kepatuhan Hukum
Perbadaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi semakin hilang, hal ini dikarenakan:
a.       Pentingnya peran pasar saham sebagai sumber keuangan terasa semakin berkembang diseluruh dunia. Modal sifatnya menjadi semakin global, sehingga menuntut adanya standart laporan keuangan perusahaan yang juga diakui secara mendunia.
b.      Pelaporan keuangan ganda kini menjadi hal yang umum. Satu set laporan sesuai dengan ketentuan pelaporan keuangan domestik local, sedangkan yang satu lagi menggunakan prinsip akuntansi dan berisi pengungkapan yang ditujukan kepada investor internasional.
c.       Beberapa Negara yang menganut kodifikasi hukum secara khusus jerman dan jepang mangalihkan tanggung jawab pembentukan standart akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sektor swasta yang professional dan independen.

Klasifikasi yang didasarkan pada penyajian wajar vs kepatuhan hukum menjelaskan akuntansi didunia sekarang ini. Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuain hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalah akuntansi, seperti:
a.       Depresiasi
b.      Sewa guna usaha
c.       Pension dengan biaya yang diakui pada saat dihasilkan oleh karyawan
Masalah lain adalah penggunaan cadangan secara bijak untuk meratakan laba dari satu period eke periode lain.

Sumber ( buku akuntansi internasional edisi enam , pengarang : frederick D.S Choi dan Gary K. Meek ,penerbit : salemba empat )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar